info bayi

Sharing pengalaman dalam mengurus bayi

3rd January 2010

Stroller, pram atau kereta dorong anakku – Yenni

This ad is great!

Jauh-jauh hari sebelum melahirkan, suami dan saya sudah punya shopping list yg harus dipenuhi untuk si baby. Salah satunya kereta dorong bayi atau istilah kerennya stroller. Setelah beberapa kali ngecek akhirnya dipilihlah yg beroda tiga karena beloknya mudah, bisa untuk duduk atau tiduran supaya bisa dipakai sampai babyku besar dan … ada kantong barang dibawahnya yg lumayan besar… supaya maminya bisa belanja teruuus.

Setelah beberapa bulan memakainya ternyata ada satu hal yg penting yg tak terpikirkan sebelumnya. Katanya supaya bayinya ga terlalu sering nangis dan tidak stress, waktu di stroller muka baby lebih baik menghadap ke maminya yg dorong. Yaaah… strollerku ga bisa, babyku selalu menghadap ke depan dan saya ga bisa langsung melihatnya karena terhalang penutup stroller.

Ada sih stroller yg lebih baik, gagang dorongnya bisa dipindah kedepan atau kebelakang. Kalau tahu sebelumnya, saya akan cari yg ini… maklum sekarang babyku dah besar jadi dah ga terlalu perlu stroller lagi… lagi pula ada teman yg ngasih hadiah stroller… jadi Cheryl punya dua stroller.

  • Share/Bookmark
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

posted in Perlengkapan bayi | 0 Comments


31st December 2009

Anakku 4 hari rawat rumah sakit karena penyakit rotavirus – Yenni

Sekitar jam 1 pagi Minggu 27 Dec 09 anakku Cheryl yg berumur 1,5 tahun bangun langsung muntah. Baru kali ini saya melihat dia muntahnya banyak sekali, sampai pakaiannya, sarung bantal, sprai harus diganti. Baberapa saat kemudian saya beri minum sedikit, eh ternyata muntah lagi, bingung saya… mungkin masuk angin. Setelah membersihkan muntahnya… ternyata muntah lagi… jadi tiga kali dalam beberapa menit saja.

Bingung karena ngga tahu harus ngapain, akhirnya kami putuskan membawa dia ke rumah sakit khusus anak KK hospital. Dalam perjalanan Cheryl muntah sekali lagi, aduuuh kasihan sekali dia lemas, tidak ada tenaga.

Setelah diterima di 24hr emergency clinic dokter menduga kena flu perut yg memang lagi musim. Ada sekitar 4 anak yg punya masalah yg sama pada ssat itu di ruang tunggu RS. Dokter memberikan obat yg dimasukkan dalam dubur, maklum kalau lewat mulut pasti muntah lagi.

Kami disuruh tunggu satu jam lalu kasih Cheryl minum (seperti sirup) sedikit setiap 15 menit dan lihat perkembangannya. Terpaksa saya dan suami begadang tidak tidur deh. Minuman pertama lancar ga ada muntah, hanya susah banget kasih dia minum. Ternyata dia muntah lagi setelah minuman yg kedua, sedih rasanya melihat dia muntah…

Langsung saja kami laporan ke dokter jaganya, setelah dicek sebentar akhirnya dokter bilang virusnya agak kuat karena obatnya ga mempan dan menyuruh rawat inap. Saya melihat anak orang lain sudah ada yg boleh pulang karena dah ga muntah… tapi Cheryl ku masih muntah hik-hik-hik.

Setelah mengurus administrasi akhirnya Cheryl masuk rumah sakit, sedih sekali rasanya dia sakit apalagi saat dibawa masuk ruang suntik (kami disuruh tunggu di luar) untuk pasang jarum infus. Tangisan kesakitan terdengar dari luar, bayangkan tangan yg mungil begitu harus ditusuk oleh jarum suntik infus… air mataku tak terbendung mengetahui penderitaan anakku.

Beberapa jam kemudian suster jaga menyuruh saya ambil sample stool/kotoran kalau dia berak, akan diperiksa di lab untuk mengetahui persis penyakitnya. Cheryl setelah di infus dah ga muntah lagi karena perutnya dah kosong kali, tapi mulai berak2 alias diare … duh penyakit apa ini gerangan.

Sorenya dokter datang mengkonfirmasi bahwa Cheryl kena rotavirus… waduh… penyakit apakah ini? Setelah tanya sana tanya sini n cari di internat… ternyata ini adalah satu virus yg menyebabkan penyakit muntah berak.

Malamnya badan Cheryl mulai panas berkisar antara 38-39 derajat malah pernah hampir 40. Setiap jam suhu tubuh dicek, sama suster dikasih paracetamol setiap 4 jam. Saya sempat tanya “dok, kok hanya obat penurun panas aja apakah ga dikasih obat lain?”. Ternyata katanya rotavirus belum ada obatnya, virus bisa hilang sendirinya setelah beberapa hari… yg penting cairan tubuh yg keluar lewat muntah atau diare ada penggantinya … yg dalam hal ini lewat infus.

Setelah tiga hari suhu tubuh mulai turun sekitar 36an, muntah sudah tidak ada sejak infus, diarenya masih ada… mulai makan sedikit2 dan mau minum susu. Akhirnya hari ke empat Cheryl boleh pulang biarpun nafsu makannya belum pulih benar, diarenya kata dokter akan tetap ada dalam beberapa hari… dan jangan lupa cuci tangan habis membersihkan popok Cheryl… karena rotavirus menular lewat kotoran.

Anakku kurusan setalah 4 hari nginap di rumah sakit, yg tadinya sudah bisa lari… dia jalan sempoyongan balik lagi seperti belajar jalan. Penyakit karena rotavirus ternyata ada vaksinnya… wah kalau dah tau sebelumnya… Cheryl pasti dah aku vaksin kan.

Kena penyakit ini sangat berbahaya kalau tidak ditangani dengan cepat, anak kakakku meninggal sepertinya karena penyakit ini. Malam muntah2, kedokternya ditunda sampai pagi harinya dan ternyata sudah terlambat cairan tubuh sudah menipis…

  • Share/Bookmark
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Penyakit | 0 Comments


  • Search

  • Most Commented

  • None found